Gempa
berkekuatan 6 skala Richter yang terjadi Minggu (15/4/2012) pukul 02.26 WIB dan
berpusat di sekitar 95 kilometer barat daya Kabupaten Pandeglang, Banten,
membuktikan bahwa segmen Selat Sunda masih aktif.
Gempa
yang berpusat pada kedalaman sekitar 40 kilometer itu dirasakan oleh warga di
sekitar Pandeglang dan Serang, Banten, serta Jakarta. Meski demikian,
dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan berarti akibat gempa
tersebut.
Kepala
Pusat Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Suhardjono mengatakan, setelah gempa Simeulue pada Rabu (11/4/2012) dan disusul
gempa Pandeglang, dampak dan alur gempa segera diteliti.
Gempa
di Pandeglang kemungkinan besar merupakan dampak dari gempa besar di barat
Pulau Simeulue. Karena itu, dampak gempa juga akan dikaji terhadap sesar
Semangko yang terbentang dari Selat Sunda hingga Banda Aceh.
Kepala
Pusat Data Informasi dan Humas pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat di daerah rentan gempa, khususnya di
wilayah Sumatera dan Jawa, meningkatkan kewaspadaan.
Gempa
terkini yang terjadi di barat daya Pandeglang menunjukkan subduksi di Selat
Sunda itu aktif. "Ada kekosongan kegempaan (seismic gap) di bagian barat
daya Selat Sunda. Ini berpotensi menghasilkan bencana gempa di masa
depan," kata Sutopo.
Suhardjono
mengatakan, potensi gempa tidak selalu mengikuti zona subduksi, tetapi bisa
berpindah ke sesar-sesar lain.
Sesar
Semangko berada di Sumatera. Sesar Cimandiri, Lembang, dan Baribis berada di
Jawa Barat. Ada sesar Opak di Yogyakarta serta sesar-sesar mikro lainnya.
Penduduk yang berada di sesar-sesar aktif berpotensi terkena bencana akibat
gempa.
"Seismic
gap"
Segmen
Selat Sunda oleh sejumlah pakar selalu dikatakan ada seismic gap. Menurut pakar
geodinamika dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Irwan Meilano,
seismic gap tidak langsung menunjukkan bahwa segmen tersebut aktif. Butuh data
pendukung berupa data lama kegempaan atau adanya bukti regangan antarlempeng.
"Dari
penelitian memang terbukti ada regangan di daerah tersebut," kata Irwan.

No comments:
Post a Comment